Dari
zaman ke zaman kita dituntut untuk lebih peka terhadap perubahan dunia dan
berpartisipasi untukmenentukan kebijakan dunia. Ketika rasa peka muncul dalam
diri suatu masyarakat maka semua orang ingin membuka diri menerima yang namanya
perubahan.
Kini
kita hidup di era globalisasi yang semakin hari semakin modern. Semakin hari
semakin populer. Dan semakin hari semakin membuat kita teler.budaya luhur kian
luntur. Budaya barat kian melekat.
Pers,
media massa seperti koran dan internet telah menjadi sahabat sejatinya
orang-orang disetiap belahan dunia. Tanpa sadar mereka seakan telah mewajibkan
diri memulai hari dengan berita dan menutup hari pun dengan berita. Rumah
berdinding papan tetapi smartphone tidak tinggal. Penghasilan pas-pasan tetapi
smartphone tetap diusahakan. Penghasilan bulanan puluhan juta rupiah smartphone
justru menjadi number one.
Media
massa telah berperan penting dalam menciptakan komunikasi intens di dalam masyarakat.
| Melalui social media seperti facebook, twitterdan sebagainya kita bisa berbagi informasi, berbagi cerita dan bersilaturrahmi tanpa bertatap muka dengan keluarga, teman, dan orang-orang asing yang ingin kita kenal. |
Dengan
demikian orang-orang akan berkomunikasi di sebuah dunia baru yang disebut
“dunia maya”. Setiap orang di penjuru dunia meluangkan waktu untuk saling
bertukar fikiran dan bercengkrama menikmati indahnya dunia baru mereka.
Tanggung jawab yang harus dijawab.
Dibalik
indahnya pers yang selalu memberikan informasi dan hiburan. Tak jarang pers
mengundang aksi dan reaksi yang melahirkan kontroversi. Ketika suatu kebijakan
tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan ditetapkan pemerintah
Indonesia. Maka seluruh penduduk ibu kota hingga pelosok negeri bergejolak
dimedia massa. Dukungan dan penolakan hiruk-pikuk mewarnai dunia pers Indonesia.
Secara serentak BBM menjadi langka. Antrian panjang di setiap pom bensin. Tak
jarang ada yang berbalik dari antrian dan kecewa. Melanjutkan perjalanan ke pom
bensin selanjutnya. Tertulis “Bensin habis!”yang menyesakkan dada.
Media
sosial akhirnya menjadi tempat pelampiasan kekecewaan. Media sosial menjadi
tempat carut-marut jutaan mulut.Kasus yang belum lama ini telah terjadi ialah
pencemaran nama baik kota pelajar Yogyakarta oleh seorang
mahasiswi
aktif bernama Florence yang tengah menjalani study S2 di Fakultas Hukum
Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.
Kasus
ini mencuat ke publik berawal dari tulisan Florence di akun twitter miliknya yang mengatakan bahwa
ia tak puas dengan pelayanan salah satu karyawan pom bensin di Yogyakarta yang
memarahinya saat ia dengan sepeda motornya ingin mengisi bensin di antrian
mobil. Tulisan-tulisan Florence berikutnya semakin tak berarah dan akhirnya mengundang amarah warga Yogyakarta. Kemudian
ia di laporkan kepada pihak yang berwenang untuk mempertanggung jawabkan
tulisannya.
Seringkali
kita terlena akan makna kata bebas.Sehingga kita lupa bahwa bebas itu memiliki
satu syarat yaitu pertanggung jawaban. Pertanggung jawaban yang akan di
tanggung oleh diri sendiri. Di dalam perskita memang bebas berekspresi tetapi
harus memperhatikan norma norma yang berlaku.