Menulis
bukan tentang kemampuan alami. Menulis bisa dilakukan siapa saja. Selama ia
memiliki ide dan menuangkannya dalam sebuah coretan sederhana. bukan coretan
sembarangan. Tetapi coretan sederhana yang penuh makna.
Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh
habislah lautan itu sebelum habis (ditulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu
(pula)". (Q.S Al-Kahfi: 109)
Aku hanyalah pemula,
Mulai mencintai dunia tulis menulis
Aku benci membaca
Tapi kini, aku mulai membuka diri
Membaca apa saja yang bisa ku baca
Aku
hanyalah anak kencur dalam dunia baruku. Dunia tulis-menulis yang telah
diselami berbagai jiwa. Aku membaca tulisan-tulisan mereka para terdahulu. Aku ingin
tulisanku semakin baik dari hari ke hari.
Aku
ingin menulis seperti aku menggambar. Menulis dengan goresan lembut, mewarnai
dengan dengan warnaku sendiri. Dengan demikian, aku berharap tulisanku akan
dinikmati para pembaca yang haus akan tulisan.
Terkesan labil, aku akui ini labil
Tapi tekadku ingin menjadi sejarah
Akan ku buktikan
Tulisan yang akan mengantarkanku
Menuju langkah menggenggam dunia
Tulisan yang akan membuatku
Tak termakan oleh waktu
Kekuatan
yang kita berikan dalam tulisan mampu membuat nama kita dikenang sepanjang
masa. Ilmu kita di pergunakan anak cucu. Satu tahun mendatang, dua tahun
kemudian dan bertahun-tahun lamanya yang pernah tertulis akan terbaca.
Meski nanti aku mati
Namaku akan tetap hidup
Karena aku pernah menulis
Artikel
ini saya ikut sertakan dalam lomba menulis “Menerbitkan Buku dan Jadi Penulis” oleh http://www.rasibook.com/p/tentang-kami.html

Wahh bner jugak.. Ada usul dr bg.. Nanti kan halloween.. Gmna klo buat artikel ttg sejarah halloween dan apa yng membuat halloween bertentangan dengan islam
BalasHapusterima kasih bang,,, sarannya bagus, ntar coba di buat ya bang
BalasHapusPuisinya yg bagus nih.... hehehe oh yah, kunjungi tulisan ku juga disini
BalasHapuspuisinya doang nih? hahaha btw. thanks ya...
BalasHapusoke...
Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.
BalasHapus-Seno Gumira Ajidarma-
Selamat berkarya cobt.! terimakasih sudah mampir di Blog Si Taufik
terimakasih kutipan dan komentarnya taufik :)
BalasHapus