31 Oktober, 2014

Menulis Sampai Tinta Alam Habis



Menulis bukan tentang kemampuan alami. Menulis bisa dilakukan siapa saja. Selama ia memiliki ide dan menuangkannya dalam sebuah coretan sederhana. bukan coretan sembarangan. Tetapi coretan sederhana yang penuh makna.



Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (Q.S Al-Kahfi: 109)

Dari ayat al-qur’an ini dapat kita simpulkan bersama, menulis itu adalah salah satu nikmat Tuhan. Dan ketika kita menuliskan seluruh nikmat Tuhan, niscaya tak ada habisnya. Menulislah sebanyak yang kamu bisa. Menulislah tanpa menghawatikan tinta yang kamu punya akan habis. Menulislah hingga seluruh tinta di alam ini habis.

Aku hanyalah pemula,
Mulai mencintai dunia tulis menulis
Aku benci membaca
Tapi kini, aku mulai membuka diri
Membaca apa saja yang bisa ku baca

Aku hanyalah anak kencur dalam dunia baruku. Dunia tulis-menulis yang telah diselami berbagai jiwa. Aku membaca tulisan-tulisan mereka para terdahulu. Aku ingin tulisanku semakin baik dari hari ke hari. 

Aku ingin menulis seperti aku menggambar. Menulis dengan goresan lembut, mewarnai dengan dengan warnaku sendiri. Dengan demikian, aku berharap tulisanku akan dinikmati para pembaca yang haus akan tulisan.

Terkesan labil, aku akui ini labil
Tapi tekadku ingin menjadi sejarah
Akan ku buktikan
Tulisan yang akan mengantarkanku
Menuju langkah menggenggam dunia
Tulisan yang akan membuatku
Tak termakan oleh waktu

Kekuatan yang kita berikan dalam tulisan mampu membuat nama kita dikenang sepanjang masa. Ilmu kita di pergunakan anak cucu. Satu tahun mendatang, dua tahun kemudian dan bertahun-tahun lamanya yang pernah tertulis akan terbaca.

Meski nanti aku mati
Namaku akan tetap hidup
Karena aku pernah menulis

Artikel ini saya ikut sertakan dalam lomba menulis “Menerbitkan Buku dan Jadi Penulis”  oleh http://www.rasibook.com/p/tentang-kami.html


6 komentar:

  1. Wahh bner jugak.. Ada usul dr bg.. Nanti kan halloween.. Gmna klo buat artikel ttg sejarah halloween dan apa yng membuat halloween bertentangan dengan islam

    BalasHapus
  2. terima kasih bang,,, sarannya bagus, ntar coba di buat ya bang

    BalasHapus
  3. Puisinya yg bagus nih.... hehehe oh yah, kunjungi tulisan ku juga disini

    BalasHapus
  4. puisinya doang nih? hahaha btw. thanks ya...
    oke...

    BalasHapus
  5. Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.
    -Seno Gumira Ajidarma-

    Selamat berkarya cobt.! terimakasih sudah mampir di Blog Si Taufik

    BalasHapus
  6. terimakasih kutipan dan komentarnya taufik :)

    BalasHapus