05 November, 2015

Semua Akan Indah, Jika Kau Memulai

Kebencian akan ketidakadilan
Dendam atas tindakan pemerintah
Dan menyesal tak sempat berbuat apapun
Tebuslah semua
Dengan niat menghilangkan perbedaan
Semua akan indah,
Jika kau memulai
Membaca buku
Belajar
Menjadi yang terbaik di kelas
Mewujudkan cita-cita
Menjadi sarjana
Yang pada akhirnya
Kau harus mengabdi
Pada Tuhan dan negeri ini
Kau = mereka
Mereka = kau
Tingkat kebaikanlah yang pada akhirnya
Membuat kau dan mereka tak lagi sama
Ikhlaslah dalam belajar
Dan berbagilah dengan yang lain
Hidupmu akan terasa bahagia
Hingga kau lupa,
Proses panjang yang memakan usia

Ternyata

Ternyata
menghindar itu
justru menimbulkan banyak pertanyaan.
Pun menahan diri
melahirkan banyak kerinduan.

Karena Kaulah Yang Berani Berhijrah

Sekali pun kau pria terjahat yang pernah ku kenal.
Aku tetap suka
Sekali pun kau tak mempedulikanku
Aku tetap saja memikirkanmu
Bahkan dalam mimpiku
Sekalipun kau terlahir bukan untuk ku.
Aku tetap menginginkanmu
Dan ketika kau dengan segala kekuranganmu.
Bukan termasuk dalam tipe pria yang ingin ku jadikan imam.
Hingga kini aku tetap memilihmu
Sekalipun kau tak pernah berdoa tentang aku.
Aku selalu mendoakanmu
Agar kau selalu baik baik saja
Dan agar kita berjodoh
Karena aku percaya.
Kau mampu membawaku ke arah yang lebih baik.
Karena kau lah yang berani berhijrah

Aku Punya Impian

Aku punya impian,
bahwa suatu saat,
Ketika aku bertemu pasangan hidupku
aku akan menghabiskan waktu bersamanya
mendaki gunung merapi
sebagai ungkapan rasa syukur pada ilahi

Metamorfosis

Metamorfosis.
Bukan tentang siapa yang lebih baik di masa lalu.
Tetapi tentang siapa yang terus membaik dari masa ke masa

Engkau, Titik Dalam Nadi

Ketika mata tak mampu lagi saling bersitatap
Dan mulut tak mampu lagi bercerita tentang keindahan dirimu
Ketika kaki tlah lelah menujumu
Dan tangan yang mulai alfa menulis namamu.
Namun hati, selalu saja menyisakan ruang untuk namamu.
Fikiran, terus mengelabui do'a do'a untuk terus memelukmu dari kejauhan.
Indraku lelah,
Namun hati ku tetap tak berpasrah.
Indraku patah arah,
Namun fikiranku terus bersikeras temukan arah.
Engkau, titik dalam nadi.
Dalam hembusan nafas,
Satu tarikan waktu.

Kutipan Film "Kehormatan Dibalik Kerudung"

Pertemuan pertama menyisakan rasa penasaran.
Pertemuan kedua menyisakan rasa rindu.
Dan saya tidak ingin merindu.

Kepada Waktu

Kepada waktu
yang menelan seluruh  jiwaku.
Selamatkan aku, dari tipu daya dunia.
Kepada waktu
yang memenjara hati dan rasaku.
Jauhkan aku dari resah, gelisah dan airmata.
Selamatkan aku, dari tipu daya gelora asmara
Kepada waktu
yang memberiku harapan.
Peluk aku dari rasa kecewa dan putus asa.
Hantarkan aku pada gerbang kebahagiaan hakiki.
Selamatkan aku dari tipu daya perasaan fana.
Kepada waktu.
Aku luluh bahkan lumpuh.
Jiwaku, hatiku, dan sejuta harapan.
Hingga detik ke sepuluh pun
Aku tak bergeming.
Waktu memakan seluruh impian.
Hingga cinta tak bermakna merusak masa depan.
Kepada waktu.
Kakiku kaku.
Hatiku beku.
Jiwaku hilang tujuan.
Terbang.
Kembali pulang.
Hidupku
Dan seluruh waktuku.
Sia-sia.