Ketika mata tak mampu lagi saling bersitatap
Dan mulut tak mampu lagi bercerita tentang keindahan dirimu
Ketika kaki tlah lelah menujumu
Dan tangan yang mulai alfa menulis namamu.
Namun hati, selalu saja menyisakan ruang untuk namamu.
Fikiran, terus mengelabui do'a do'a untuk terus memelukmu dari kejauhan.
Indraku lelah,
Namun hati ku tetap tak berpasrah.
Indraku patah arah,
Namun fikiranku terus bersikeras temukan arah.
Engkau, titik dalam nadi.
Dalam hembusan nafas,
Satu tarikan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar