Buatlah aku jatuh cinta padamu.
Telah ku fikir berkali-kali.
Aku takut jika pada akhirnya aku menyesal, mencari dirimu disaat kau telah menyerah.
Aku takut hukum karma berlaku padaku di masa depan.
Aku takut jika ku abaikan, di masa yang akan datang aku pun di abaikan oleh seseorang yang ku sayang.
Aku takut terlalu banyak berharap pada seseorang, yang tidak pernah ku tahu hatinya untuk siapa.
Aku hanya mencoba menerima apa yang datang padaku hari ini.
Aku mencoba realistis.
Sebab aku merasa terlalu jahat, meresponmu hanya sekedarnya.
Tidak pernah bertanya balik meski kau bertanya berkali-kali tentang ku.
Sebab aku merasa terlalu angkuh belakangan ini. Mencoba melakukan berbagai cara agar kau menjauh dariku.
Dan pada akhirnya, aku melihatmu tetap ingin disampingku.
Aku kehabisan cara.
Benar-benar kehabisan cara.
Aku minta, buatlah aku jatuh cinta pada hatimu yang tulus.
Buat aku jatuh cinta pada santunnya sikapmu.
Buat aku jatuh cinta pada lembutnya sifatmu.
Buat aku jatuh cinta, tapi ku mohon jangan buat aku bergantung padamu.
Karena begitu kita tidak di takdirkan bersama, itu sangat menyesakkan.
Seperti balon yang terbang bebas saat di genggam erat.
Aku ingin di cintai apa adanya,
Tidak berlebihan juga tidak lebay terhadap hal-hal kecil.
Karena pada dasarnya aku bisa melakukan segala hal sendiri jauh sebelum mengenalmu.
Pamailah satu hal.
Tentang hutang budi.
Aku tidak ingin terlalu banyak berharap hutang budi jika aku menanggapi seluruh keinginanmu yang ingin memberikan ini dan itu.
Berikanlah kasih sayang itu secara sederhana, jangan pernah berlebihan terhadapku.
Kau benar, pada akhirnya hatiku mencair sebab usahamu.
Aku ingin, kita hanya saling memberi perhatian. Perhatian yang sekedarnya.
Aku ingin, kita saling bercerita tentang banyak hal. Cerita yang sekedarnya pula.
Aku ingin, kita saling menjaga. Menjaga diri dari sakit dan luka.
Aku harap, semua hal yang akan terjadi berikutnya adalah hangatnya menerima kasih dan memberi sayang yang tulus sekalipun aku telah menyatakan bahwa aku tak bisa menanggapi rasa mu, sebelumnya.
Percayalah, aku sedang berusaha berdamai dengan hatiku.
Dan ku biarkan semua berjalan sesuai keinginan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar