26 April, 2016

Daun yang ikhlas memproduksi oxygen



Sejak kecil ia diajarkan menjadi pribadi yang penuh cinta kasih. Tersebab ia dirawat dan dibesarkan oleh cinta kasih pula. Hari-hari yang di laluinya terlihat membosankan. Ia tak pernah berpindah. Tetap hidup  pada asalnya. Satu titik. Tempat ia berpijak hingga tua. Tumbuh tinggi menuju cahaya. Menggapai langit biru.
Bagimu satu titik hingga tua adalah kehidupan yang monoton. Tidak menarik. Tidak ada istimewanya. Hey! Coba lihat dari sudut pandang ia yang hidup pada satu titik. Baginya tempat itu menyenangkan. Tempat itu penuh harapan. Tempat itu, tempat ia merangkai masa depan. Karena ia konsisten pada dirinya. Memberi tanpa harus dicintai. Memberi agar yang lain tetap hidup adalah tujuan ia di hidupkan. Meski pada satu titik. Titik itu adalah titik yang tidak pernah mati. Bila ia mati. Titik lain akan hidup untuk dirinya.
Tidakkah  kau ingin belajar dari sebatang pohon? Berdaun lebat. Berbuah banyak. Apa yang ada pada dirinya bisa kau gunakan. Kau ambil daun beberapa pohon untuk dijadikan obat jikalau engkau sakit. Kau ambil buah-buahan beberapa batang pohon untuk kau jual dan kau makan. Bila pohon tersebut sudah tua. Kau potong ia. Kau jadikan pohon tersebut meja dan bangku untuk bersantai di rumah. Selama ia hidup, ia produksi oxygen sebanyak-banyaknya demi hidupmu. Alangkah mulianya sebatang pohon ini. Sejak ia hidup hingga ia tiada. Berjuta hal diberikannya padamu. Tanpa mengharap imbalan apapun.
Sahabatku, memberi pun harusnya seperti itu. Seperti daun yang ikhlas memproduksi oxygen. Berilah sebanyak yang kau bisa. Memberi sepanjang hayat. Biar hingga mati sekalipun. Jiwamu akan tetap hidup dalam diri mereka yang telah kau bantu. Tak harus berkata banyak hal. Cukup lakukan.
~MYAbsani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar