Sejak
kecil ia diajarkan menjadi pribadi yang penuh cinta kasih. Tersebab ia dirawat
dan dibesarkan oleh cinta kasih pula. Hari-hari yang di laluinya terlihat
membosankan. Ia tak pernah berpindah. Tetap hidup pada asalnya. Satu titik. Tempat ia berpijak
hingga tua. Tumbuh tinggi menuju cahaya. Menggapai langit biru.
Bagimu
satu titik hingga tua adalah kehidupan yang monoton. Tidak menarik. Tidak ada
istimewanya. Hey! Coba lihat dari sudut pandang ia yang hidup pada satu titik.
Baginya tempat itu menyenangkan. Tempat itu penuh harapan. Tempat itu, tempat
ia merangkai masa depan. Karena ia konsisten pada dirinya. Memberi tanpa harus
dicintai. Memberi agar yang lain tetap hidup adalah tujuan ia di hidupkan.
Meski pada satu titik. Titik itu adalah titik yang tidak pernah mati. Bila ia
mati. Titik lain akan hidup untuk dirinya.
Tidakkah kau ingin belajar dari sebatang pohon?
Berdaun lebat. Berbuah banyak. Apa yang ada pada dirinya bisa kau gunakan. Kau
ambil daun beberapa pohon untuk dijadikan obat jikalau engkau sakit. Kau ambil
buah-buahan beberapa batang pohon untuk kau jual dan kau makan. Bila pohon
tersebut sudah tua. Kau potong ia. Kau jadikan pohon tersebut meja dan bangku
untuk bersantai di rumah. Selama ia hidup, ia produksi oxygen sebanyak-banyaknya demi hidupmu. Alangkah mulianya sebatang
pohon ini. Sejak ia hidup hingga ia tiada. Berjuta hal diberikannya padamu.
Tanpa mengharap imbalan apapun.
Sahabatku,
memberi pun harusnya seperti itu. Seperti daun yang ikhlas memproduksi oxygen. Berilah sebanyak yang kau bisa.
Memberi sepanjang hayat. Biar hingga mati sekalipun. Jiwamu akan tetap hidup
dalam diri mereka yang telah kau bantu. Tak harus berkata banyak hal. Cukup
lakukan.
~MYAbsani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar