26 April, 2016

“Just You”


Seseorang yang ku kagumi, kusayang, telah saling menandatangani perasaan dengan wanita lain. Istilah anak muda sekarang sih “Taken”. Biar ku perjelas JADIAN loh, itu bagi yang gak ngerti Taken. Seorang teman memberiku kabar. Kau telah dengan DIA. Bagaimana bisa orang lain tahu tetapi aku tidak tahu?. Bagaimana bisa kau hanya bercerita pada mereka? sementara aku menanti-nanti kabarmu. Baiklah, Aku bukan siapa-siapa bagimu. Aku hanyalah seorang adik. Adikmu dalam sebuah organisasi. Dan kau seniorku.
You know?, mendadak dadaku sesak. Nafas tercekat. Pandangan ku jauh menerawang kepada dirimu yang jauh dari jangkauan. Hanya tergapai di angan. Duniaku kosong. Aku hilang sisi. Lalu, untuk apakah aku menunggu selama ini? Jikalau pada akhirnya kau Taken dengan hati yang lain.
Yang harus kau tahu. Entah sejak kapan aku menetapkan hatiku berlabuh di dermagamu. Entah sejak kapan pula niat menunggumu di tepi pelabuhan itu ku lakukan. Yang jelas, aku telah tetapkan hati. Kau. Seorang Laksamana. Ku tunggu kau pulang dan menepikan hati. Untukku. Seorang budak yang tak tahu diri. Tanpa permohonan izin mengharap kau ada di setiapku tatap langit senja di tepi dermaga. Tapi apalah daya ku ini. Yang hanya di balas sapa oleh angin bertiup. Hingga tiba masa kau menepikan hati di dermaga yang lain. Di dermaga yang baru kau singgahi. Kau biarkan budak ini menunggu di tepi dermaga yang sengaja kau tinggalkan. Alasanmu berlayar nak mengejar impian.
Terlalu lebay?. Tidak. Itu ungkapan hatiku. Hati seseorang yang menunggu tanpa kenal waktu. Hati seseorang yang ikhlas memberi sepotong hatinya hanya untukmu. Tapi kau enggan menerima. Jangankan menerima, menoleh tuk melihat sepotong hati yang ku beri saja pun kau tak mau.
Kau Taken dengan yang lain. Biarlah. Ku relakan. Kau bahagia dengannya? Akupun akan bahagia di sini. Bohong?. Tidak. Aku jujur. Aku akan lebih bahagia jika ada seseorang yang lebih mampu membahagiakanmu di banding diriku ini. Karena mungkin untuk saat ini, aku tak bisa membahagiakanmu lebih dari dirinya. Ku berharap, aku mampu di suatu saat nanti. Membahagiakanmu seutuhnya. Meski kini kau telah dengan yang lain. do’aku untukmu akan selalu terkirim. Karena aku cinta kau. Rasa cinta itu ada dalam do’aku.
“Jaga kesehatanmu! Jadilah Pria baik yang bisa di andalkan oleh pasanganmu”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar