Seseorang yang ku kagumi, kusayang,
telah saling menandatangani perasaan dengan wanita lain. Istilah anak muda
sekarang sih “Taken”. Biar ku
perjelas JADIAN loh, itu bagi yang gak ngerti Taken. Seorang teman memberiku kabar. Kau telah dengan DIA.
Bagaimana bisa orang lain tahu tetapi aku tidak tahu?. Bagaimana bisa kau hanya
bercerita pada mereka? sementara aku menanti-nanti kabarmu. Baiklah, Aku bukan
siapa-siapa bagimu. Aku hanyalah seorang adik. Adikmu dalam sebuah organisasi.
Dan kau seniorku.
You
know?, mendadak dadaku
sesak. Nafas tercekat. Pandangan ku jauh menerawang kepada dirimu yang jauh
dari jangkauan. Hanya tergapai di angan. Duniaku kosong. Aku hilang sisi. Lalu,
untuk apakah aku menunggu selama ini? Jikalau pada akhirnya kau Taken dengan hati yang lain.
Yang harus kau tahu. Entah sejak kapan
aku menetapkan hatiku berlabuh di dermagamu. Entah sejak kapan pula niat
menunggumu di tepi pelabuhan itu ku lakukan. Yang jelas, aku telah tetapkan
hati. Kau. Seorang Laksamana. Ku tunggu kau pulang dan menepikan hati. Untukku.
Seorang budak yang tak tahu diri. Tanpa permohonan izin mengharap kau ada di
setiapku tatap langit senja di tepi dermaga. Tapi apalah daya ku ini. Yang
hanya di balas sapa oleh angin bertiup. Hingga tiba masa kau menepikan hati di
dermaga yang lain. Di dermaga yang baru kau singgahi. Kau biarkan budak ini
menunggu di tepi dermaga yang sengaja kau tinggalkan. Alasanmu berlayar nak
mengejar impian.
Terlalu lebay?. Tidak. Itu ungkapan
hatiku. Hati seseorang yang menunggu tanpa kenal waktu. Hati seseorang yang
ikhlas memberi sepotong hatinya hanya untukmu. Tapi kau enggan menerima.
Jangankan menerima, menoleh tuk melihat sepotong hati yang ku beri saja pun kau
tak mau.
Kau Taken
dengan yang lain. Biarlah. Ku relakan. Kau bahagia dengannya? Akupun akan
bahagia di sini. Bohong?. Tidak. Aku jujur. Aku akan lebih bahagia jika ada
seseorang yang lebih mampu membahagiakanmu di banding diriku ini. Karena
mungkin untuk saat ini, aku tak bisa membahagiakanmu lebih dari dirinya. Ku
berharap, aku mampu di suatu saat nanti. Membahagiakanmu seutuhnya. Meski kini
kau telah dengan yang lain. do’aku untukmu akan selalu terkirim. Karena aku
cinta kau. Rasa cinta itu ada dalam do’aku.
“Jaga kesehatanmu! Jadilah Pria baik
yang bisa di andalkan oleh pasanganmu”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar